Rabu, 25 Februari 2015

22 Sentra Industri Kecil & Menengah Bakal Dibangun di RI

By on

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pembangunan 22 sentra industri kecil dan menengah (SIKIM) baru hingga 2019.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Anshari Bukhari mengatakan, dari 22 sentra industri tersebut, 11 sentra berada di kawasan timur Indonesia, dan 11 sentra di kawasan barat Indonesia.

"SIKIM ini berbeda dengan sentra yang dibina. Selama ini yang dibina itu bagaimana meningkatkan kapasitas yang sudah eksisting. Sedangkan SIKIM ini bagaimana menumbuhkan sentra baru," ujar Anshari dalam Workshop Kemenperin di Yogyakarta, Senin (16/2/2015).

Dengan pembangunan sentra-sentra ini, lanjut Anshari, diharapkan porsi industri di kawasan timur Indonesia semakin besar dan mampu mengimbangi industri di kawasan barat Indonesia.

"Selama ini 70 persen ada di Jawa. Jadi bagaimana kita dorong 60 persen di Jawa, 40 persen di luar jawa. Meskipun masih kalah tetapi paling tidak bisa sampai 40 persen," lanjut dia.

Untuk itu, perlu adanya dukungan dalam beberapa hal, yaitu, dukungan para pemangku kepentingan untuk membangun infrastruktur utama seperti jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, pengolahan limbah dan logistik.

Selain itu perlu juga adanya infrastruktur pendukung tumbuhnya industri serta sarana pendukung kualitas kehidupan bagi para pekerja.

Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri skala kecil sebanyak 20 ribu unit di dalam negeri hingga 2019.  Untuk mewujudkannya ada lima strategi utama yang disiapkan. Pertama, mendorong investasi untuk industri pengolah sumber daya alam.

Kedua, mendorong investasi untuk industri penghasil barang konsumsi kebutuhan dalam negeri yang utamanya pada tenaga kerja.

Ketiga, mendorong investasi untuk industri penghasil bahan baku, bahan setengah jadi, dan komponen industri pendalaman struktur. Keempat memanfaatkan kesempatan jaringan produksi global. Kelima, pembinaan IKM agar dapat terintegrasi dengan rantai nilai industri pemegang merk di dalam negeri. (Dny/Ahm)


5 Provinsi yang Jadi Lokasi Favorit Buat Investasi di RI

By on

Liputan6.com, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan 5 lokasi yang menjadi daerah tujuan favorit investasi Indonesia selama kurun waktu Januari-Desember 2014. Masuk Provinsi Kalimantan Timur sebagai tujuan penanaman modal asing (PMA)  dari sektor industri hilirisasi.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis mengatakan, tren investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri maupun PMA sejak 2010-2014 berdasarkan lokasi didominasi Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Tapi di tahun lalu, muncul Kalimantan Timur yang masuk dalam 5 besar tujuan investasi di Indonesia. Daerah ini juga pernah masuk di peringkat tersebut pada 2012 lalu," ungkap dia di kantornya, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Menurut Azhar, perusahaan asing tertarik membenamkan modal di Kalimantan Timur untuk proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Provinsi tersebut dinilai sangat cocok untuk proyek ini karena dekat dengan ketersediaan bahan baku.

"Kita harapkan provinsi lain menyusul jika muncul industri smelter. Pembangunan smelter kan harus dekat dengan bahan baku, jika tidak, nggak akan efisien," tegasnya.

Berikut 5 besar lokasi tujuan investasi di Indonesia sepanjang Januari-Desember 2014 :

Untuk PMDN
1. Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 38,13 triliun untuk 303 proyek
2. Jawa Barat senilai Rp 18,73 triliun sebanyak 258 proyek
3. DKI Jakarta sebesar Rp 17,81 triliun sebanyak 118 proyek
4. Jawa Tengah senilai Rp 13,60 triliun sebanyak 121 proyek
5. Kalimantan Timur senilai Rp 12,86 triliun sebanyak 40 proyek

Untuk PMA
1. Jawa Barat dengan nilai investasi US$ 6,56 miliar dengan 1.671 proyek
2. DKI Jakarta senilai US$ 4,51 miliar sebanyak 3.053 proyek
3. Kalimantan Timur sebesar US$ 2,15 miliar dengan 191 proyek
4. Banten senilai US$ 2,03 miliar sebanyak 709 proyek
5. Jawa Timur sebesar US$ 1,80 miliar sebanyak 497 proyek.

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2167797/5-provinsi-yang-jadi-lokasi-favorit-buat-investasi-di-ri?p=1

Pembangunan Smelter Bakal Dapat Insentif

By on

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk menarik investor dalam membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Indonesia. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua insentif yaitu tax allowance dan tax holiday untuk pengembangan smelter di Indonesia.

"Jadi tadi Kementerian Perindustrian sudah sampaikan ke Kementerian Keuangan, ada 20 tax holiday dan tax allowance (deduksi PPH kurun 5 tahun), atau tax holiday," kata Sukhyar, di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Namun Sukhyar belum bisa menyebutkan secara pasti yang akan dipilih untuk insentif pembangunan smelter. Ia hanya menekankan pembangunan smelter juga tergantung pada infrastruktur. "Saya tidak tahu mana yang akan dipakai, tapi itu bisa diberikan, yang penting itu infrastruktur," ungkap Sukhyar.
Infrastruktur tersebut adalah listrik, pelabuhan, kecukupan air untuk proses kimia dan kepastian pasokan gas bumi.

"Kemudian ada gas, butuh natural gas juga. Kemudian yang dipentingkan, apa industri penunjang yang akan mengambil side product (asam sulfat dan slek). Asam sulfat itu diambil oleh pabrik pupuk. Kemudian slek diambil oleh pabrik semen. Jadi hal-hal itu jadi pertimbangan mana kala menentukan lokasi," ujar Sukhyar.

Sebelumnya Kementerian Keuangan masih mengkaji insentif yang diberikan untuk pembangunan smelter dalam kapasitas besar bagi perusahaan tambang. Meski demikian, keputusan pemberian insentif itu memang perlu ada kewajiban penyediaan tanah dan lainnya. (Pew/Ahm)

Gresik Dinilai Cocok untuk Bangun Smelter Tembaga Nasional

By on

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara merekomendasikan Gresik Jawa Timur, sebagai tempat cocok untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga nasional. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar mengatakan, pemerintah memiliki keinginan perusahaan tambang pemegang Kontrak Karya yang memproduksi konsentrat tembaga, bersama membangun smelter tembaga nasional. Perusahaan tersebut adalah PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), PT Kalimantan Surya Kencana dan PT Gorontalo Minning.

"Pembangunan smelter tembaga nasional.  Kami tidak bicara per individu," kata Sukhyar, di Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Sukhyar mengungkapkan, pemerintah telah mengarahkan empat perusahaan tersebut melakukan perundingan untuk membangun smelter, menentukan beberapa hal lokasi, kapasitas, dan teknologi.
"Ada beberapa hal diputuskan satu berapa kapasitas smelter diputuskan, kami tahu jumlahnya berapa, lokasi di mana, teknologinya, penyadang dananya siapa," tutur Sukhyar.

Terkait dengan lokasi, pembangunan smelter harus memenuhi beberapa hal seperti pasokan listrik, dekat pelabuhan, pasokan air dan ada pasokan gas bumi. Menurut Sukhyar, Gresik memiliki fasilitas  tersebut yang diperlukan.

"Lokasi di Gresik itu bisa menjadi salah satu yang mereka rundingkan," tutur Sukhyar.

Dengan kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan smelter, akan mempercepat pelaksanaan pembangunan. Sukhyar memperkirakan, jika pembangunan  dilakukan di Gresik dalam waktu dekat ini, maka smelter bisa beroperasi 2017.

"kalau diputuskan lokasi di Gresik sudah jelas, 2017 dan 2018 sudah masuk (beroperasi). Jadi harus dipaksakan 2017," pungkas Sukhyar. (Pew/Ahm)

Freeport Diminta Bangun Pembangkit Listrik untuk Smelter

By on

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jarman menyarankan, PT Freeport Indonesia membangun sendiri pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi smelter yang akan dibangun.

Menurut dia, jika dengan membangun pembangkit sendiri, ongkos produksi smelter akan semakin murah jika dibanding mengandalkan listrik dari PLN.

"Kalau smelter Freeport, tidak selalu smelter itu dari PLN. Kalau mereka bisa bangun pembangkit sendiri dengan harga lebih murah, kenapa tidak," ujar Jarman di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Jarman mencontohkan, smelter milik Inalum yang telah menggunakan pembangkit listrik yang dibangun sendiri. "Dia pakai pembangkit sendiri. Seperti punya Antam juga pakai pembangkit sendiri," lanjut dia.

Menurut Jarman, Indonesia punya potensi tenaga air yang sangat besar, termasuk di lokasi tempat Freeport membangun smelternya yaitu di Gresik dan Papua.

"Di sana ada potensi air, jadi bisa bangun pembangkit air juga dan bisa lebih murah juga. Kalau lebih murah bangun sendiri maka akan bangun sendiri," kata Jarman.

Namun untuk kepastian waktu dan lokasi yang tepat untuk membangun pembangkit listrik bagi smelternya, semua kembali pada keseriusan Freeport Indonesia.

"Kalau yang begitu, bisa ditanyakan ke Dirjen Minerba saja. Power plant supporting saja. Tinggal di mana nanti lokasinya (smelter)," ujar Jarman. (Dny/Ahm)

Freeport Modali Pembangunan Smelter Tembaga di Gresik

By on

Liputan6.com, Jakarta - PT Freeport Indonesia menyanggupi untuk membiayai pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tembaga nasional dengan nilai investasi US$ 2,3 miliar.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R. Sukhyar mengatakan, smelter tembaga nasional akan dibangun di Gresik, Jawa Timur, seluas 80 hektare,  dengan lahan tersebut menyewa milik PT Petrokimia Gresik.

"Freeport yang berkeinginan membiayai pembangunan smelter. Freeport yang jadi legal entity," kata Sukhyar, di Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Sukhyar menambahkan, smelter tembaga nasional tersebut berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga. Nantinya smelter tersebut tak hanya mengolah konsentrat tembaga yang diproduksi Freeport, tetapi juga mengola konsentrat tembaga yang dihasilkan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan PT   PT Gorontalo Mineral dan PT Kalimantan Surya Kencana.

" Jumat ini kami minta Freeport menyampaikan rencana pembangunan smelter," ungkap  Sukhyar.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menginginkan Perusahaan Tambang Kontrak Karya penghasil tembaga membuat pabrik smelter bersama. Sukhyar mengatakan, saat ini pemerintah tak lagi menginginkan pembangunan smleter dilakukan per perusahaan tetapi dilakukan secara bersama. (Pew/Ndw)

Foxconn Minta Lahan Gratis untuk Bangun Pabrik Ponsel

By on

Liputan6.com, Jakarta - Niat investasi produsen ponsel asal Taiwan, Foxconn saat ini masih terkendala lahan. Pasalnya, perusahaan yang dipimpin Terry Gou tersebut meminta penyediaan lahan gratis untuk merealisasikan pembangunan pabrik di Indonesia.

"Ya kendalanya mereka minta lahan gratis, karena mereka dapat lahan gratis di China. Ini kan nggak matching. Kalaupun sewa, mendekati gratis," tegas Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi di Kantor Kemenko, Jakarta, Senin (21/4/2014).

Dia mengaku, Foxconn telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra bisnis, seperti Modern Land, Erajaya Swasembada dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Namun KBN sendiri menolak kemauan Foxconn untuk mendapatkan lahan seluas 200 hektar secara gratis.

"Mereka sudah bertemu beberapa kali dengan partner, serta membawa rombongan IT kami ke Taiwan untuk bicara, tapi memang secara business to business belum deal," tutur Budi.

Dia bilang, pihaknya telah merekomendasikan beberapa wilayah agar Foxconn bisa berinvestasi dengan biaya lahan tak terlalu mahal, misalnya di daerah Tangerang.

"Tapi Foxconn mintanya di Jakarta, karena komponen ponselnya langsung dibawa pakai pesawat. Jadi biar tidak jauh-jauh. Mungkin mereka juga pilih-pilih," tukas dia.